RAKYATMURIA.COM, KUDUS-Mentri Keuangan Sri Mulyani memberikan apresiasi atas terjalinnya kerjasama yang baik antara pemerintah pusat dengan daerah. Dengan kerjasama yang baik tersebut proyek Wadung Logung dapat terwujud.

“ Hampir 90 persen proses ganti rugi lahan dibantu oleh  pemerintah daerah.Sementara pemerintah pusat dalam hal ini Kementrian PUPR, fokus dalam exiting di pengerjaan proyek atau pembangunan fisik Waduk Logung,” ujar Sri Mulyani saat meninjau proyek Waduk Logung di Desa Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo, Kudus, Jum’at (17/2).

Dia menyebutkan, bahwa Pemerintah Kabupaten Kudus dianggap cukup berhasil dalam meredam konflik sosial guna mensukseskan proyek nasional tersebut. Ini penting, karena Kudus merupakan salah satu daerah yang menjadi barometer ekonomi nasional.

“Kudus merupakan salah satu penyumbang pajak tertinggi di Indonesia. Karena itu kami ingin proyek nasional ini dapat memberikan kemanfaatn bagi warganya,” tukasnya.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimoeljono menyebutkan, kemajuan proyek Waduk Logung saat ini sudah mencapai 43 persen atau lebih tinggi dari target sebesar 42 persen. Ditarget pada Desember 2018, Waduk Logung,  sudah dapat beroperasi.

Baca Juga :   PAC PDIP se-Kabupaten Kudus Laporkan Ramdan Alamsyah Ke Polisi

Dikatakannya, bahwa progres pembangunan Waduk Logung dirasa cukup bagus. Saat ini, katanya sudah masuk ke penyelesaian pembuatan spillway atau bangunan pelimpah air di sisi kiri.

“Pembangunan Waduk Logung sesuai target empat bisa selesai. Proyek Waduk Logung dimulai 2014 akhir, namun  dimulainya pengerjaannya  proyek baru di awal 2015. Menggunakan anggaran multiyeras sebesar Rp 604 miliar, anggarannya disalurkan secara bertahap selama empat tahun,  “ ujar Basuki.

Dijelaskan Basuki, dengan beroperasinya Waduk Logung dapat memberikan kemanfaatan besar di masyarakat.  Diperkirakan, Waduk Logung dapat dimanfaatkan untuk irigasi sekitar 3.500 hektar wasah di Kabupaten Kudus.

“Air Waduk Logung  juga dapat dimanfaatkan untuk pemenuhan  kebutuhan air sekitar 150 ribu keluarga,” jelas Basuki.

Baca Juga :   Pemkab Kudus Optimistis Raih Adipura Paripurna

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar  Pranowo menyambut baik dengan perkembangan proyek Waduk Logung yang direncakan sudah bisa beroperasi di 2018. Menurut Ganjar, keberadaan Waduk Logung sangat penting, selain untuk keperluan irigasi juga untuk mencukupi air baku untuk kebutuhan warga.

“Semoga bisa peroyek Waduk Logung bisa selesai sesuai target. Ini manfaatnya sangat luar biasa untuk warga Kudus,” kata Ganjar.

Sebelum mengunjungi Waduk Logung, Mentri Keuangan  dan Mentri PUPR beserta rombongan  lebih dulu mampir ke Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Cukai (TMC) Kudus. Bupati Kudus Musthofa juga ikut hadir di kantor secretariat  Waduk Logung. Namun, karena ada kegiatan lain Musthofa tidak bisa mendampingi rombongan hingga ke lokasi proyek. (RI)

 

Facebook Comments

2 KOMENTAR

Comments are closed.