Solid, Tantangan Membangun Desa

0
23

KUDUS, RakyatMuria.com – Ikut serta membangun desa bukanlah perkara yang mudah. Dibutuhkan tekad dan keberanian untuk memulainya. Hal tersebut yang kini mulai digeluti pemuda asal Desa Karangmalang, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus.

Dia bersama beberapa pemuda desa mencoba membangun desa lewat komunitas Gubug Warna. Seperti beberapa waktu lalu saat ditemui di Gubug Warna, nampak dia tengah membersihkan tempat tersebut.

Pria yang lebih dikenal dengan nama Gewol Bowo ini memang warga asli Karangmalang. Banyak mimpi yang ingin dia dan pemuda lainnya bangun di desa tercinta.

Jika mulai memasuki Desa Karangmalang, kita akan di sambut hamparan padi hijau dengan jalanan mulus. Serta kiri kanan akan ada beberapa pot sejalur jalan desa. Selain itu beberapa jembatan juga dicat warna warni.

”Kami yang menyediakan pot bekas cat untuk ditanami penghijauan agar warga mau ikut memperindah jalan desa,” ujarnya.

Baca Juga :   Disdukcapil Kudus Sasar Pelajar Untuk Ikut Perekaman KTP EL

Gewol mengatakan semua yang terlihat, merupakan hasil kerja keras pemuda desa. Dana swadaya masyarakat sekitar dan donasi kawan-kawan. ”Sampai saat ini masih swadaya, kami kumpulkan dana dari warga sekitar, gak ada dana dari desa. Kami belikan cat untuk memperindah jalan,” terangnya.

Untuk sampai di Gubug Warna cukup mudah, karena letaknya tepat di pinggir jalan. Juga dapat dilihat dari tembok bertuliskan Gubug Warna hitam putih cukup besar.

Di sana dijadikan tempat belajar bersama anak-anak. Namun belum bisa setiap hari, karena keterbatasan relawan. ”Ya tidak setiap hari, karena kurang relawan. Kadang pemuda sini juga pada sibuk,” terangnya.

Ketika mulai masuk ke Gubug Warna, ada satu ruangan yang khusus untuk belajar bersama. Beberapa kertas tertempel, ternyata berisi mimpi dan cita-cita anak-anak yang sering belajar di Gubug Warna. Deretan buku berbagai judul juga ada di sana. ”Buku dari hibah berbagai teman dan sesama komunitas,” ujarnya.

Baca Juga :   Aktivis Mapala se-Eks Karesidenan Pati Gelar Bersih-bersih Pantai Bondo

Tidak hanya sebagai tempat belajar bersama. Gubug warna juga digunakan sebagai wadah pemuda dan komunitas lain untuk tempat berkumpul dan sharing berbagai kegiatan. Juga digunakan sebagai tempat singgah bagi teman-teman dari luar kota untuk sekedar beristirahat.

Menurutnya, membangun desa perlu kebersamaan warga sekitar. Hal terberat adalah menumbuhkan kepercayaan, bahwa kegiatan berdaya ini sanggup membuat desa lebih baik. ”Sulitnya menjadi orang yang digugu warga, tapi kami berusaha terus berjalan,” ujarnya

Sesekali dia meminum kopi di depannya. Cerita suka duka dalam usahanya memajukan desa. ”Jika nanti ada dananya, di sini akan kami buat pameran kuliner. Entah itu makanan kecil, atau kerajinan tangan. Setidaknya warga sekitar dapat manfaat dan desa juga punya identitas,” ujarnya. (rum)

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here