Pertanian Hidroponik Keren Ada di Kudus

0
324

KUDUS, RakyatMuria.com – Tidak ada yang menyangka ternyata di Kudus terdapat pertanian hidroponik yang sangat bagus. Tepatnya di Desa Besito.

Pagi ini Deni Saputra, pemilik usaha datang setelah mengirim pesanan selada hidroponik. Selada memang sayuran yang dibudidayakan di sana. Tak kurang dari delapan jenis selada dia tanam di green house.

Hidroponik sendiri merupakan cara menanam menggunakan media air. Sistem ini dinilai lebih bersih dibanding media tanah. Selain itu tanaman hidroponik sama sekali tidak menggunakan pestisida. Jadi dijamin lebih sehat.

Deni memulai usaha selada hidroponik sejak 2012. Saat itu dia hanya coba-coba saja. Namun setelah belajar, akhirnya dia menekuni tanaman hidroponik. ”Awalnya hanya coba-coba tanam sistem hidroponik di depan rumah,” terangnya saat ditemui rakyatmuria.com di green house miliknya.

Kini dia sudah memiliki green house dengan luas sekitar 500 meter. Berdinding dari inseknet dan beratap plastik uv. ”Baru enam bulan pindah ke sini,” ujarnya sambil melayani seorang pembeli bibit selada.

Baca Juga :   Duku Sumber dan Jeruk Pamelo Menjadi Unggulan Produk Pertanian

Dia tidak sendiri, sang ayah juga ikut mendukung usaha Deni. Beliau berada di green house saat Deni pergi mengantar pesanan.

Agak siang suhu di green house semakin panas. Memang, suhu untuk tanaman selada hidroponik rata-rata 40 derajat celcius. Pasalnya jika suhu terlalu rendah, selada hidroponik rawan terserang jamur. ”Penyakitnya paling jamur, yang bentol-bentol ini,” ujarnya sambil menunjukkan selada yang terserang penyakit jamur.

Di green house sendiri terdapat 40 shap talang. Satu shap terdiri dari 11 talang yang berisi 22 lobang berisi selada.

Jika ditotal jumlahnya sekitar 440 talang dengan 9680 lubang pembesaran selada. Selain talang pembesaran, juga ada 16 talang pembibitan.

Dia menjelaskan sehari dapat mengirim pesanan sebanyak 30 kg ke konsumen. Rata-rata per kg berisi 8 batang selada. Masa panen sendiri sekitar 40 setelah masa tanam.

”Panen setiap hari, minimal 30 kg,” ucapnya sambil memetik beberapa daun mint pesanan yang juga dia kembangkan dengan hidroponik.

Baca Juga :   Pasar Baru Kudus Beroperasi 24 Jam

Untuk pemeliharaan sendiri Deni mengaku setiap hari harus mengecek kadar ph air dalam talang. Dibutuhkan sekitar 500 liter air dan 2 liter nutrisi dalam sehari.

”Tiap sehari saya cek air di talang,” terangnya.

Deni mengatakan setiap tiga hari dia menyemai benih selada. Tak main-main benih yang disemai mencapai 12000 dalam sekali semai. ”Karena ada juga pesanan bibit selada, jadi sekali semai banyak,” terangnya.

Untuk pemasaran, Deni mengaku telah memiliki lebih dari 10 pelanggan. ”Sekarang sudah ada lebih dari 10 pelanggan di Kudus,” kata Deni.

Tak hanya di Kudus, dia juga kerap menerima pesanan dari luar kota. Seperti Jepara dan Demak.

Kini harga selada ditempatnya dibandrol dengan harga antara 20 ribu hingga 30 ribu per kg.

Untuk masuk ke green house hidroponik ini, pengunjung hanya membayar 5000 rupiah. Namun tidak perlu khawatir, pengunjung boleh memilih satu batang selada untuk dibawa pulang. (rum)

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here